APEL PAGI KARYAWAN DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT DENGAN MENERAPKAN “NEW NORMAL”

Pandemi Covid-19 memberikan dampak dalam segala aspek kehidupan manusia, tidak hanya bidang kesehatan tetapi juga ekonomi, sosial, budaya, dan politik hal ini yang  melatar belakangi diberlakukannya New Normal. New normal merupakan adaptasi dari kebiasaan yang baru dalam rangka menuju masyarakat yang produktif dan aman dari virus Covid-19, untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan tahapan-tahapan menuju pelaksanaan new normal.

Pemerintah melalui gugus tugas Covid-19 menghimbau kepada seluruh masyarakat  agar mengetahui langkah maupun tindakan supaya terhindar dari virus Covid-19 sesuai kondisi dan keadaan masing-masing daerahnya. Penyampaian  penerapan new normal juga harus dengan memberikan informasi yang jelas serta mudah untuk dipahami oleh masyarakat melalui sosialisasi dan komunikasi publik yang efektif. 

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes dalam Apel pagi tanggal 29 Juni 2020 mengatakan di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini penerapan “New Normal” harus sesuai dengan protokol kesehatan  agar terhindar dari bahaya Covid-19. Perubahan ini  merupakan  era dalam  kehidupan yang  di kenal dengan “New Normal” bahwasannya kita memasuki kondisi untuk berdamai dengan Pandemi virus corona, tetapi tetap harus dengan menjaga jarak 1 s/d 2 meter, cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, memakai masker apabila keluar rumah, makan sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh, melakukan aktifitas fisik dengan berolah raga, dan jangan keluar rumah jika tidak penting.

Perlunya batasan aktifitas dengan adanya New Normal yang dijalankan oleh masyarakat, harus melalui arahan pimpinan setempat, dan sebaiknya  dilakukan pemetaan terkait dengan daerah yang aman dan tidak aman jika dilaksanakan aktivitas normal maupun “New Normal” sebagai upaya preventif sehingga masyarakat dapat menghindari daerah dengan label tidak aman, atau tidak memenuhi indikator daerah yang dapat diberlakukan kehidupan baru “New Normal”.

Selain itu juga Kepala Dinas menghimbau walaupun masih dalam keadaan pandemic Covid-19 kinerja kita harus melaksanakan sesuai dengan fungsi kita, walaupun tidak maksimal seperti sebelumnya. Salah satunya Monitoring Pelayanan Minimal (SPM) harus kita pantau dan kita nilai serta berbuat apa yang harus dilakukan di jajaran kesehatan,  baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.  

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top