Apakah Orang yang Terkena FLU, Boleh Mendapatkan Suntik Vaksin COVID-19?

Keberadaan vaksin melawan virus penyebab COVID-19 menjadi harapan baru dan senjata kita untuk mengatasi pandemi ini. Bahkan, kini kita bisa mendapatkan vaksin dengan mudah di berbagai pusat pelayanan kesehatan atau sentra vaksin lainnya.

Namun, disisi lain pasti ada satu pertanyaan yang timbul pada masyarakat, bolehkah menerima vaksin saat flu? Untuk itu, mari simak ulasan berikut ini untuk penjelasannya.

Bolehkah vaksin Covid-19 saat Flu?

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC merekomendasikan, orang yang sakit sedang hingga berat dianjurkan untuk menunda mendapatkan vaksin. Pemberian vaksin COVID-19 bisa dilakukan jika kondisi sudah membaik atau dalam keadaan sehat.

Hal ini juga berlaku pada orang yang mengalami flu sedang hingga berat. Pemberian vaksin saat flu sebaiknya ditunda hingga kondisi tubuh benar-benar fit.

Orang yang sedang sakit, termasuk flu, perlu menunda vaksin untuk mencegah hal-hal merugikan, seperti efek samping vaksin yang mungkin saja terasa lebih berat.

Sebagaimana alur pelaksanaan vaksin, kita tentu harus melakukan screening kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan Anda, mulai dari kondisi fisik, suhu tubuh, tekanan darah, dan gula darah. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar sehat sebelum mendapat vaksin COVID-19.

Namun, CDC sendiri membolehkan pemberian vaksin COVID-19 pada orang yang mengalami sakit ringan. Untuk memastikan kejelasan terkait hal ini, kita bisa berkonsultasi dengan dokter atau vaksinator di lokasi sentra vaksin yang kita tuju.

Selain itu, flu, pilek, atau batuk merupakan gejala COVID-19 yang paling umum. Itu sebabnya, jika mengalami kondisi tersebut, kita sebaiknya menunda vaksinasi. Sebab, mungkin saja sedang terpapar COVID-19.

Dalam hal ini, CDC jelas menegaskan penundaan vaksinasi pada orang yang terkena virus SARS-Cov 2 atau COVID-19, sampai orang tersebut sembuh. Rekomendasi ini berlaku sebelum menerima vaksin dosis pertama atau dosis kedua.

Kondisi apa saja yang tidak bisa menerima vaksin Covid-19?

Pada dasarnya, seluruh vaksin COVID-19 yang kini beredar telah teruji klinis dan aman digunakan untuk masyarakat. Tidak hanya lansia, orang dewasa, dan remaja, bahkan vaksin COVID-19 kini sudah bisa diberikan pada anak usia 6-11 tahun. Hal ini sebagaimana rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan persetujuan Badan POM RI.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak bisa menerima vaksin COVID-19, antara lain:

  • Orang yang sedang sakit sedang hingga berat. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, orang yang sakit sebaiknya menunda pemberian vaksin untuk mencegah kemungkinan timbulnya efek samping.
  • Orang yang terinfeksi virus positif COVID-19. Penundaan vaksinasi juga dilakukan pada orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 untuk memaksimalkan efek samping vaksin.
  • Orang yang sedang menjalani isolasi atau karantina. Selama isolasi atau karantina, seseorang memiliki kemungkinan untuk positif COVID-19 sehingga vaksinasi sebaiknya ditunda.
  • Orang yang menderita alergi terhadap vaksin. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada laporan terkait timbulnya reaksi alergi parah setelah menerima vaksin COVID-19. Dalam hal ini, CDC menyarankan untuk orang yang memiliki riwayat reaksi alergi terhadap vaksin atau bahan yang terkandung dalam vaksin COVID-19 sebaiknya tidak melakukan vaksinasi.
  • Orang dengan komorbid atau penyakit penyerta. Penyakit penyerta seperti gangguan kekebalan tubuh, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit kronis lain berisiko untuk menimbulkan efek samping vaksin. Namun, selama penyakit terkendali dan telah mendapat surat izin dari dokter spesialis yang menangani, vaksinasi boleh dilakukan.
  • Anak-anak di bawah 6 tahun. Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dan persetujuan Badan POM RI, vaksin COVID-19 baru boleh diberikan pada anak di atas usia 6 tahun.

Vaksinasi merupakan cara ampuh untuk mencegah penularan COVID-19, mencegah kondisi berat saat terinfeksi, dan mengurangi risiko kematian. Tapi, ketika tubuh yang sedang sakit ditambah lagi dengan vaksin, bukan tidak mungkin efek samping yang dirasakan akan lebih berat. Itu sebabnya, dianjurkan untuk menunda vaksin COVID-19 saat sedang sakit.

Sumber: Kemenkes RI

#dinkeskalbar #vaksin #vaksincovid19 #covid19 #corona

Bagikan Berita:
Share on email
Back To Top