100 DESA MANDIRI UNTUK POSBINDU

Pontianak, Dinkes Prov. Kalbar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalbar intens berupaya melakukan sosialisasi dan pembekalan penyakit tidak menular (PTM) , hal ini dimaksudkan agar di dapatkan kesepahaman dan keterpaduan baik itu lintas sektor maupun lintas program dalam upaya peningkatan jumlah kelompok  Posbindu di masyarakat desa, ungkap I Wayan Sartha, Amd.Kep (Kasi PTM dan keswa  Dinkes Prov Kalbar ), saat melakukan pembekalan dan sosialisasi di Kabupaten Melawi, (19/3/2019 ).

Menurut Wayan sosialisasi ini ini penting dilakukan untuk menggerakkan masyarakat membentuk kelompok-kelompok Posbindu di daerahnya, Hal lain yang menjadi target adalah pembentukan posbindu di kabupaten/kota di provinsi kalbar sebanyak 100 desa, di mana satu kecamatan di tiap Kabupaten akan kita ambil 5 desa terpilih yang  siap mengembangkan Posbindu ini, sehingga jumlah kecamatan  sebanyak 20 kec di Provinsi Kalimantan Barat, dapat terpenuhi untuk pembentukan Posbindu,  ungkap I Wayan..

Dalam proses terbentuknya kelompok Posbindu ini ada beberapa tahapan yang akan di lakukan sehingga program yang di rencanakan benar-benar dapat terealisasi, imbuh I Wayan,

Dalam tahap pertama Wayan menjelaskan, berupa kegiatan sosialisasi yang melibatkan lintas sektor,  mulai dari Camat,  Kepala Desa,  Kapolsek,   Tim Penggerak PKK,  Koramil danTenagaa Kesehatan di puskesmas serta tokok masyarakat setempat di kecamatan tersebut. Tahap ini tentunya merupakan focus pertama yg dilaksanakan Dinas Kesehatan  Provinsi Kalbar dalam rangka mencari dukungan moral dan pendanaan agar kegiatan deteksi dini didesa bisa terlaksana dengan  baik dan berkesinambungan, ungkap Kasi PTM Keswa Dinkes Prov Kalbar

Ditambahkan juga oleh Wayan bahwa, setelah sosiliasasi ini di laksanakan ada  tahapan kedua  yaitu  berupa  Penbekalan kader posbindu dimana setiap desa/ kelurahan terdapat lima orang  kader yang selama dua hari dilakukan pelatihan dasar atau pembekalan dasar mengenai Posbindu PTM yang dalam pelaksanaannya difasilisasi oleh tenaga kesehataan puskesmas .

Setelah kedua tahapan itu dilaksanakan tentunya kekuatan ada ditahapan yang ketiga berupa kegiatan skrening di posbindu setiap desa yang dilakukan selama 6  bulan ,  dimana setiap 1 bulan sekali dilakukan evaluasi  hasil  dan temuan faktor risiko yg ditemukan untuk di tindak lanjuti di pandu PTM Puskemas sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut, sehingga penyakit tidak menular bisa dicegah dan di kendalikan. Ungkap Wayan. (sur)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Back To Top